Perjumpaan yang teramat singkat itu lewat sudah. Rindu? jelas! sudah pasti itu yang aku rasakan saat ini. masih banyak hal yang ingin kulakukan dengannya. iya, berbagi cerita, pergi bersama kesuatu tempat, mentertawakan orang lain disepanjang jalan dan masih banyak lagi. benar, aku masih sangat membutuhkanmu, merindukanmu. banyak sekali hal yang menimbulkan rasa rindu ini muncul lagi lagi dan lagi. bahkan kurasa, rasa ini tidak akan pernah hilang dalam benakku. tentu salah satunya adalah keadaan. keadaan yang membuat kita berjauhan. keadaan pula lah yang akhirnya muncul kata "jarak" diantara kita. sungguh, aku membenci kata itu. otakku mulai diserang dengan berbagai macam pertanyaan berawalan "kenapa?"
iya, kenapa? kenapa harus ada kata itu? kenapa harus muncul ditengah tengah kita? kenapa tidak orang lain? tentu tidak ada yang dapat menjawabnya. skenario macam apa ini Tuhan? kenapa kau pisahkan kita? jelas, kami saling membutuhkan. aku butuh dirinya. dan dirinya butuh aku. aku percaya Engkau tau akan hal ini. aku pun percaya bahwa Keindahan akan muncul dan datang pada waktunya. tapi kapan? aku letih Tuhan.. dan menurutku dia pun merasakan hal yang sama.
tidak kah Kau lihat keadaannya sekarang tanpa aku? dia sangat rapuh. aku pun agaknya akan menyusul kerapuhan dia. Tetapi dia coba bangkit dari kerapuhannya. bangkit untuk aku. bangkit untuk keluarganya. dan yg lebih penting, dia bangkin untuk membuktikan bahwa dia mampu melewati cobaan darimu Tuhan.. entah kekuatan apa yang mendorongnya menjadi sekuat itu. mungkin itu kekuatan kasih sayang. iya, mungkin. atau cinta? entahlah..
sakit hati ini. aku disini, dia disana. aku tak bisa menyaksikan kebangkitannya. hanya teriakan "semangat" dari hati inilah yang dapat aku persembahkan. Semangat!!!
By, Lorencia Tirtasari
Thank you..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar