Kamis, 07 Februari 2013

Nasib atau Takdir?

Nasib atau Takdir? ya entahlah.. kata kata yg masih jadi pertanyaanku itu yang menuntunku dan keluargaku sampai dikota semarang ini. ya kurang lebih sekitar 2 tahun lalu pabrik tempat papaku bekerja mengalami kebangkrutan dan tidak ada lg yg mampu menangani masalah itu. akibatnya seluruh pekerja diPHK termasuk papaku. mereka semua diberi pesangon yang entah berapa jumlahnya akupun tak tahu. tentu saja aku terkejut sekali mendengar berita tersebut yang langsung keluar dari bibir papaku. pucat, lemas, panik itulah yang aku tangkap dari raut mukanya pada saat bercerita tentang pabrik tercintanya itu. bagaimana tidak disebut "tercinta"? bayangkan saja papaku sudah lebih dari 10 tahun berkecimpung dan mengabdikan dirinya didalam dunia tekstil dan tentu saja kariernya dimulai dari pakbrik itu. ya sebut saja PT. WEARWEL INTERNATIONAL. Ia memulainya dari 0,hanya pegawai rendahan. namun papaku memiliki rasa keingintahuan yg sangat tinggi ya kalo kata bahasa gaul sekarang mah "KEPO BEUD" haha. oke cukup,lanjut. Dengan keKEPOannya itu papa mendapatkan banyak ilmu&pengetahuan yang pegawai rendahan lainnya tidak dapat. dan tanpa papa sadari, ternyata atasannya mengamati gerak gerik dia. hingga pada suatu saat atasannya pun memberikan tanggung jawab lebih kepadanya. ya, dia menaikan jabatan papaku. lalu dengan senyum lebar dan rasa bangga papa pun menerima tantangan itu. wah.. alhamdulillah yah subhanallah *ala princess syahrini* setahun dua tahun kemudian papa terbukti dapat memegang tanggung jawabnya jadi tak heran semangkin tahun jabatannya semangkin tinggi dipabrik itu. sampai akhirnya papa memegang 2 departement sekaligus. ini prestasi yang luar biasa bukan? tak sampai disitu papa pun diangkat menjadi tangan kanan BOSnya loh. ngeri yah? ya semuanya berjalan begitu saja tentu tidak hanya manis yang papa dapat. cobaan pahit pun terkadang menghampirinya. dimulai dari tanggung jawab yang semakin berat, target yang harus terpenuhi, cacian dari BOS kalau target tidak terpenuhi bahkan fitnahan dari seseorang yang tidak menyukai kesuksesan papa. sampai akhirnya cobaan terpahit itu benar benar datang. ya pabrik itu bangkrut. entah mau bekerja dimana lg papa dan seluruh karyawan itu. selama sebulan papa nganggur dirumah sambil memikirkan pekerjaan apa yang harus ia lakukan demi menghidupi istri dan anak-anaknya. akhirnya papa memutuskan untuk membuka sebuah warung hmm mungkin bisa disebut agen/distributor warung. dan usaha ini dimulai dari 0. dari yang tidak tahu apa apa, tidak tahu gimana cara berbisnis atau taktik pemasaran bahkan papa hanya memiliki 1 karyawan saja dan modal yg sangat kecil. jd mau tidak mau suka tidak suka papalah yg harus turun tangan mengantar dagangan tersebut kesemua warung yang telah memesannya seorang diri. semua barang pun diangkat sendiri. mungkin kalian bertanya "kemana karyawan yang satu lg?" ya yang satu lg juga melakukan hal yang sama dan mengantarnya kewarung yang berbeda. tetapi perlahan demi perlahan ilmu itu masuk begitu saja keotak papa. hingga akhirnya bisnis tersebut dapat dibilang cukup sukses bahkan sekarang sudah memiliki 2 cabang ditempat strategis dan kini memiliki banyak karyawan. hebat bukan? tetapi papa tidak ingin terus terusan begini. papa ingin mendapatkan kerja dan penghasilan yang lebih dari ini. mungkin dikarenakan anak anaknya yang sudah tumbuh besar dan membutuhkan banyak uang untuk biaya pendidikannya. akhirnya tak lama kemudian papa diterima kerja disebuah pabrik tekstil didaerah Semarang,JawaTengah. Tentunya kita semua senang sekali mendapat berita tersebut tetapi untuk saat ini hanya papa sajalah yang pergi keSemarang karena kami anak anaknya tidak dapat meninggalkan sekolah kami. dengan sangat berat hati papa pun akhirnya pergi kesemarang dan meninggalkan kami tp papa berjanji bahwa sebulan sekali pasti Ia akan pulang untuk menjenguk. hmm baiklah. Beberapa bulan kemudian saya dan adik saya pun lulus dari SMA&SMP oleh karena itu kami (termasuk mama) putuskan untuk menyusul papa keSemarang dan melanjutkan sekolah disana. sementara itu kaka lelaki saya tetap tinggal dibandung karna memang ia bersekolah disana. sejujurnya kami tidak ingin meninggalkan kota Jakarta yang sangat kucintai ini. terlalu banyak kenangan dan yang lebih berat saya harus meninggalkan sahabat saya. sebut saja dia "AYUNDAYANI" ya ini semua terpaksa. ini semua demi melanjutkan kelangsungan hidup kami. setibanya disemarang kami tinggal dirumah nenek dan melanjutkan hidup disini. tentunya dan semoga hanya untuk sementara. amin.

By Lorencia Tirtasari.
Thanks..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar