Dulu semua baik baik saja. tapi sekarang?
Dulu semua Indah. tapi sekarang?
Dulu semua hal pahit terasa manis. tapi sekarang?
Ya, semenjak jarak itu muncul. kandas sudah semuanya.
Kini tidak ada lg kata "baik-baik saja"
Semakin hari, semakin sering pertengkaran itu terjadi. Dan semakin sering pula aku membuka galery hanya untuk sekedar men-slide show kan photo kita berdua.
Terkadang saat pertengkaran itu aku pun sering menonton semua video dari mu. dimulai dari stop motion yang kamu dedikasikan khusus untuk aku, sampai video personal mu. Tak ku sangka cairan hangat yang keluar dari mata ini mengalir begitu saja hingga akhirnya bantal ku pun jadi sasarannya. benar, terdapat sebuah tanda pulau besar terletak pada bantal tersebut. semakin lama semakin deras. semakin lama semakin brutal. diriku meraung raung seakan menolak hal ini terjadi. benar, sungguh benar aku menolak kejadian ini. kejadian yang selalu membuat ku menangis. begitupun dengannya. kejadian yang selalu meninggalkan rasa luka yang dalam.
Emosi, ini kuncinya. Aku tau bahkan sangat mengerti keadaanmu. aku tau menahan emosi itu sangatlah sulit. tp apapun akan aku lakukan demi kamu. demi kesembuhanmu. tetapi hal tersebut sia sia saja jika bukan kamu yang memulainya.
Membuatnya pusing, sakit, nangis, marah. iya, hanya itu yang dapat aku berikan untuknya. apa ada hal yang lain? hmm kurasa tidak. beda dengan dirimu yang selalu memberiku berjuta juta hal indah.
Andai aku berada diposisimu. aku akan coba untuk lebih meredam emosiku lg dan lg. memang sulit. tp ini harus aku lakukan demi keluargaku, demi kamu dan terutama demi diriku sendiri.
Bukankah sebuah pertengkaran itu pahit? jd apa mungkin kita kuat kalau keadaannya terus menerus seperti ini?
Ingin rasanya aku tinggal bersamamu. menghiburmu sekuat tenaga disaat rasa sakit itu menyerangmu. dan memelukmu erat erat disaat kau tak sanggup lagi untuk melawannya. Kenapa semuanya menjadi seperti ini Tuhan? inikah kebahagian yang Kau maksud? inikah akhir dari skenario Mu? atau inikah awal dari keindahan yang akan Kau berikan?
By, Lorencia Tirtasari
Thank you..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar